Monday, 6 September 2021

Aktualisasi Nilai-Nilai ANEKA dalam Pelaksanaan Kegiatan Protokol

Aktualisasi Nilai-Nilai ANEKA dalam Pelaksanaan Kegiatan

No

Kegiatan

Tahapan Kegiatan

Uraian Aktualisasi ANEKA

1.

Mempersiapkan penyelenggaraan penerimaan tamu-tamu Pemerintah Daerah, tamu-tamu Negara, serta tamu-tamu perwakilan negara sahabat;

Planning : Pada tahap awal, protokol perlu mengetahu siapa tamu yang akan hadir, apa tujuan kunjungan, dan apa saja yang akan tamu lakukan di Pandeglang, serta kapan dan berapa lama tamu melakukan kunjungan. Setelah mendapatkan informasi, protokol mempunya gambaran awal tentang apa saja yang harus dipersiapkan. Misalnya memberikan informasi kepada OPD terkait, mengenai tujuan kunjungan. Sehingga OPD dapat menyiapkan bahan diskusi, mengumpulkan bahan yang dibutuhkan, dsb.

Protokol juga berkordinasi mengenai kesiapan tempat, akomodasi, peralatan pendukung, dsb.

Akuntabilitas : dengan melakukan kordinasi kepada pihak tamu yang akan berkunjung, juga berkordinasi dengan OPD terkait, menunjukkan adanya akuntabilitas tim dalam mengelola pesan hingga dapat ditindaklanjuti.

 

 

 

 

Organizing : Pada tahap ini, protokol membagi tugas kerja dan memastikan anggota siap terlibat. Protokol membagi pekerjaan mengenai siapa yang akan berkordinasi dengan OPD, siapa yang berkordinasi mengenai akomodasi dan kesiapan tempat, siapa yang menjadi LO di lapangan, siapa yang bertugas di titik mana, dsb.

 

 

 

 

Actuating : Kegiatan hari H dapat berjalan lancar jika aktualisasi pada tahap persiapan hingga hari H dapat dijalankan dengan baik. Setiap protokol yang diberikan tugas, perlu paham apa yang harus dilakukan, dan harus dijalankan dengan baik serta tetap berkordinasi.

 

Komitmen Mutu : pada tahap pelaksanan, protokol membagi tugas tim di lapangan, sehingga setiap kebutuhan pimpinan dan tamu daerah dapat dipenuhi. Kepuasaan tamu pada pelayanan, peralatan serta sumber daya yang mendukung menjadi salah satu komitmen dalam menjaga kepuasan tamu yang hadir sehingga acara dapat berjalan lancar.

 

 

Controlling : Fungsi kontrol dilakukan sejak tahap kordinasi hingga ke pelaksanaan. Selama bertugas, protokol dapat saling melakukan fungsi kontrol agar kegiatan berjalan lancar. Setelah kegiatan selesai, tim pun perlu melakukan evaluasi tentang apa yang kurang dan sebisa mungkin tidak kembali terjadi pada kegiatan berikutnya.

Akuntabilitas : Evaluasi juga perlu dilakukan pasca kegiatan, sebagai bentuk akuntabilitas program.

 

2.

Melaksanakan fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) dan Hari Jadi Kabupaten;

Planning : Berkordinasi dengan Kepala Bagian Humas dan Protokol, Kepala Sub Bagian Protokol, dan tim staf protokol tentang penyelenggaraan PHBN, misalnya peringatan HUT ke-76 RI.

Perlu dibentuk tim panitia pelaksana teknis agar acara dapat berjalan lancar sesuai rencana, dan pekerjaan dapat diselesaikan dengan terorganisir.

Akuntabilitas : Sebagai sekretaris, saya perlu menyusun daftar yang akan diundang untuk hadir, dan dikirimkan surat undangan. Saya harus memiliki tanda terima surat sebagai bukti surat sudah diberikan kepada pihak yang dituju,  dan melaporkan kepada atasan.

 

 

Organizing : Tim perlu berkordinasi dan menentukan tugas masing-masing anggota dalam struktur panitia teknis kegiatan. Setiap anggota perlu membuat daftar pekerjaan dan menyelesaikannya satu persatu.

Nasionalisme : Agara pelaksanaan upacara HUT RI ke-76 berlangsung khidmat, tim perlu memahami rangkaian kegiatan di pusat dan di daerah. Tim juga perlu hafal kapan jadwal penaikan bendera, kapan harus mengikuti upacara detik-detik proklamasi di pusat, dan kapan waktu yang sesuai untuk penurunan bendera.

 

 

Actuating : Pada tahap ini, protokol sebagai panitia teknis melakukan aktualisasi pekerjaan yang harus dilakukan, misalnya sekretaris membuat dan mengirimkan surat bantuan personil kepada Polres, Kodim, Yonif, Dishub, Pol PP, Dinkes, Dinas Lingkungan Hidup, Paskibraka, dan Korps Musik untuk membantu dalam pelaksanaan upacara bendera. Protokol juga perlu memastikan konfirmasi dari masing-masing instansi tsb.

 

Atau misalnya pula bagian acara, perlu melaksanakan acara sesuai dengan rencana kegiatan (rundown) yang telah disusun sebelumnya.

Komitmen Mutu : Sehubungan masih dalam kondisi pandemi, maka acara selain tentu harus berjalan efektif, juga perlu dlakukan dengan sederhana, dan efisien.

Kegiatan peringatan HUT Proklamasi Ke-76 RI dilakukan secara efektif dengan dilaksanakan di Lapangan Markas Kodim 0601/Pandeglang, sehingga tidak ada kerumunan masyarakat untuk menonton kegiatan upacara penaikan/penurunan bendera.

Efisiensi juga dilakukan dengan menggunakan pasukan upacara yang tidak lebih dari 50 orang.

 

Etika Publik : Acara tambahan yaitu penyerahan Satyalencana Karya Satya, apresiasi OPD terinovatif, dan penyerahan remisi bagi narapidana.

Sebagai ASN, kita harus bersikap netral. Kepada penerima penghargaan atau penerima remisi, kita harus bersikap netral dan tidak boleh ada konflik kepentingan.

 

 

Controlling : Pada tahap ini, semua anggota panitia teknis perlu mengecek kembali pekerjaan yang telah diselesaikan, dan melakukan control untuk memastikan semua dapat berjalan sesuai rencana.

Anti-Korupsi : Sebagai bendahara teknis kegiatan, saya harus mencatat semua pemasukan dan pengeluaran selama pelaksanaan kegiatan, dan membuat laporan pembukuan yang diserahkan kepada atasan sebagai pertanggungjawaban penggunaan anggaran kegiatan.

 

Daftar Pustaka / Referensi :

·       https://medium.com/@TERRAITB/poac-planning-organizing-actuating-and-controlling-manajemen-organisasi-ea982e20529

·       Modul Latsar CPNS 2019

 

Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, Anti-Korupsi

Berikut teks Learning Journal saya mengenai ANEKA :


Yang dipelajari dari bab nilai-nilai dasar PNS yaitu tentang Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika,  Komitmen Mutu, dan Anti-Korupsi (ANEKA)

1.       (AKUNTABILITAS)

Setelah membaca tentang akuntabilitas, saya jadi lebih paham bahwa akuntabilitas perlu dimiliki oleh seorang ASN.

Sebagai ASN, kita harus melakukan tindakan dan mengambil keputusan yang netral.

Selain itu, kita harus bekerja secara efektif dan efisien. kita juga harus berperilaku sesuai dengan standar nilai, standar etika, dan standar perilaku PNS.

Kita harus melakukan tindakan yang bebas dari konflik kepentingan, melakukan transparansi dalam akses informasi, bebas dari perilaku kecurangan, perilaku koruptif, juga menggunakan sumber daya milik negara secara bijak.

 

2. (NASIONALISME)

Yang kedua nasionalisme

Sebagai ASN kita harus mampu mengaktualisasikan wawasan kebangsaan dan jiwa nasionalisme kita dalam menjalankan profesi sebagai pelayan public.

karena fungsi ASN itu sebagai pelaksana kebijakan publik, sebagai pelayan public, dan perekat dan pemersatu bangsa, maka kita harus paham dan sadar akan Pancasila dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam melaksanakan tugas.

 

3. (ETIKA PUBLIK)

yang ketiga tentang etika publik.

 

Saya belajar bahwa kita harus mampu menanamkan nilai dan membentuk sikap serta perilaku yang patuh kepada etika publik yang tinggi.

misalnya kode etik ASN. kita harus melaksanakan tugas secara jujur, bertanggung jawab dan berintegritas tinggi.

lalu juga melaksanakan tugas secara disiplin dan cermat, memiliki sikap melayani dengan sopan, sikap hormat; juga harus menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara, tidak menyalahgunakan informasi internal untuk mendapat atau mencari keuntungan pribadi, dan kita juga harus menjaga reputasi serta integritas ASN

dengan diterapkannya kode etik ASN, seharusnya kita menyadari bahwa kita adalah pelayan publik, memiliki peranan, dan saar bahwa jabatan publik adalah amanah dan harus dipertanggungjawabkan.

 

(KOMITMEN MUTU)

yang keempat tentang komitmen mutu

komitmen mutu ini perlu dimiliki oleh setiap ASN untuk mewujudkan kepuasan masyarakat. Kita juga harus melakukan kebijakan secara efektif, efisien, dan inovatif,  serta berorientasi mutu

 

(ANTI-KORUPSI)

Yang terakhir tentang anti-korupsi

agar kita terhindar dari tindak pidana korupsi, sebelumnya kita harus tahu apa saja bentuk korupsi sehingga kita bisa terhindar dari kasus tindak pidana korupsi.

 

Setelah mempelajari, saya jadi lebih memahami bentuk-bentuk korupsi dan bentuk tindak pidana korupsi.

Kita harus menyadari bahwa dampak korupsi itu juga dapat merusak kehidupan dalam jangka Panjang. Kesadaran anti korupsi ini perlu dibangun melalui pendekatan spiritual dengan selalu mengingat Tuhan dan mengingat bahwa segala sesuatunya akan dipertanggungjawabkan.

Untuk menjauhkan diri dari korupsi kita juga perlu menginternalisasi integritas pada diri kita.

kita juga harus menumbuhkan dan membangun tunas integritas dalam diri kita. integritas ini perlu dibangun dan ditanamkan pada diri, hingga terbentuk budaya integritas di organisasi

Kita juga harus memiliki niat, semangat, dan komitmen untuk melakukan pemberantasan korupsi.

 

 

Sekian, terima kasih

Analisis Isu Instansional pada Subbagian Protokol

 

TUGAS ASYNCHRONOUS III

ANALISIS ISU INSTANSIONAL (Individu)

 

Nama           : NIDA CHOIRUN NUFUS

Kelompok   : 3

Angkatan    : 19

 

A.      Isu Instansional

Isu yang terjadi di Bagian Humas dan Protokol Setda Pemkab Pandeglang dapat diidentifkasi sebagai berikut:

·       Kurangnya kesadaran pegawai dalam menjaga kebersihan lingkungan kantor

·       Kurangnya manajemen SDM bagian Humas Protokol dalam pembagian pekerjaan

·       Kurangnya disiplin kerja para pegawai Humas Protokol

·       Kurangnya semangat berolahraga di kalangan pegawai Setda Pemkab Pandeglang

·       Belum optimalnya manajemen kerja Protokol dalam pengelolaan acara Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN)

 

B.      Alat Bantu Tapisan

Alat bantu tapisan : Urgency, Serousness, Growth

·       Urgency, seberapa mendesak suatu isu dapat dibahas, dianalisis, dan ditindaklanjuti.

·       Seriousness, seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang akan ditimbulkan

·       Growth, seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak ditangani segera.

 

Tabel 1. Tapisan Isu Prioritas

No

ISU

U

S

G

Nilai

Peringkat

1

Kurangnya kesadaran pegawai bagian Humas dan Protokol dalam menjaga kebersihan lingkungan kantor

 

2

3

2

7

4

2

Kurangnya manajemen SDM bagian Humas dan Protokol dalam pembagian pekerjaan

 

3

2

4

9

3

3

Kurangnya disiplin kerja para pegawai  Humas Protokol

 

3

4

3

10

2

4

Kurangnya semangat berolahraga di kalangan pegawai Setda Pemkab Pandeglang

 

4

3

3

10

2

5

Belum optimalnya pelaksanaan kerja Pegawai sub bagian Protokol sebagai pelaksana dalam pengelolaan acara Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) HUT Ke-76 RI

4

5

5

14

1

 

c. Isu Prioritas

Isu yang akan diangkat adalah mengenai “Belum Optimalnya Pelaksanaan Kerja Pegawai Sub Bagian Protokol sebagai Pelaksana dalam Pengelolaan Acara Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) HUT Ke-76 RI”

 

 

 

 

 

d. Identifikasi Penyebab Isu

Penyebab isu akan diidentifikasi menggunakan metode analisis fishbone

Sebab

Akibat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum optimalnya Pelaksanaan Kerja Pegawai Sub Bagian Protokol sebagai Pelaksana dalam Pengelolaan Acara Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN)

 

e. Penilaian Alternatif Gagasan Menggunakan Kriteria Mc.Namara

No

Faktor Penyebab Fishbone

Kriteria Alternatif Gagasan

Kriteria Alternatif Gagasan

Jumlah

Peringkat

Efektivitas

Kemudahan

Biaya

1

Pembagian deskripsi pekerjaan tidak dijelaskan

Dibuatkan susunan panitia teknis kegiatan dan jobdesc-nya

5

4

4

13

1

2

Tidak terbiasa bekerja dengan aturan yang jelas

Memberikan S.O.P aturan yang jelas

3

3

4

10

3

3

Insentif dirasa kurang, sebagian besar pegawai adalah honorer

Diberikan tambahan penghasilan dari tugas persiapan panitia teknis

5

2

2

9

4

4

Ruang kerja yang tidak kondusif

Mengatur ruang kerja agar lebih kondusif

4

3

4

11

2

5

Tidak terbiasa mengerjakan pekerjaan administratif

Setiap orang diberi tugas administratif bergantian, sehingga memiliki kemampuan dasar yang sama

3

3

3

9

4

6

Terbiasa bekerja sesuai yang dibutuhkan saat itu saja

Diberikan arahan pembagian tugas di awal kegiatan

3

3

4

10

3

7

Tidak standby, bekerja saat dibutuhkan saja

Membuat aturan untuk standby di sekretariat, karena banyak yang harus diselesaikan

3

2

3

8

5

 

e. Rekomendasi Alternatif Penyelesaian Isu

No

Alternatif penyelesaian

Tahapan

Hasil yang Diharapkan

Pihak Terkait

1

Dibuatkan susunan panitia teknis kegiatan dan jobdesc-nya

·   Berkordinasi dengan Kepala Sub Bagian Protokol

·   Berkordinasi dengan Kepala Bagian Humas dan Protokol

·   Mengadakan rapat berkala untuk saling mengetahui sejauh mana persiapan yang telah dilakukan dan akan dilakukan kedepan

·   Mengadakan paparan dan diskusi

·       Terealisasinya nama-nama panitia dan jobdesc yang menjadi tanggungjawab masing-masing panitia

·       Panitia teknis mendapat arahan dari Kepala Bagian tentang tanggungjawab yang harus dikerjakannya

·       Panitia telah melakukan pekerjaannya sesuai tugas yang diberikan

·       Panitia tau persis acara yang akan dilaksanakan, dan acara terlaksana dengan sangat baik berkat kerjasama para panitia

·    Kepala Sub Bagian Protokol

·    Kepala Bagian Humas dan Protokol

2

Ruang kerja yang tidak kondusif

·   Berkordinasi dengan Kepala Bagian Humas dan Protokol untuk mengatur ulang ruang Humas dan Protokol

·   Berkordinasi dengan Kepala Sub Bagian Protokol, Kepala Sub Bagian Pemberitaan, dan Kepala Sub Bagian Peliputan untuk membersihkan debu dan kotoran

·   Membereskan ruangan, merapikan berkas dokumen, dan menata ulang ruangan

·   Memastikan alat dan bahan kerja yang dibutuhkan tersedia dan berada di tempat yang mudah dijangkau

·       Kepala Bagian Humas dan Protokol menghimbau kepada officeboy dan pagawai lain untuk membantu dalam mengatur ulang ruangan

·       Para Kepala Sub Bangian menghimbau para pegawai untuk bersama-sama membersihkan debu dan kotoran

·       Ruangan terasa lebih lega, rapi, wangi, dan nyaman untuk ditempati

·       Panitia dans para pegawai lain dapat bekerja lancar dan nyaman, dengan lebih efektif dan efisien tanpa gangguan teknis.

·    Kepala Bagian Humas dan Protokol

·    Kepala Sub Bagian Protokol

·    Kepala Sub Bagian Pemberitaan

·    Kepala Sub Bagian Peliputan

·    Officeboy

·    Para pegawai bagian Humas dan Protokol