Monday, 25 November 2013

Analisis Adlibs

Adlibs Ardan Radio
Jadi ni ya/ kali ini Anka tu lagi sering banget buka yang namanya tokobagus.com// Karena ni ya/ di tokobagus itu/ coba Kamu buka deh/ mungkin Kamu bisa cari barang yang mau dibeli// Anka juga seneng banget karena disana Anka juga bisa cari kerjaan ni insan muda// Apalagi Anka ni ya, udah hampir lulus kuliah/ terus kayanya lagi pengen-pengen cari/ kira-kira punya i-phone touch belinya dimana// Nah itu di toko bagus ada ni insan muda // Udah  itu ya serunya lagi/ kita bisa pasang iklan lewat situ juga/ karena pengunjungnya banyak.
Analisis
Adlibs yang disampaikan yaitu Anka (penyiar) yang sedang sering membuka website tokobagus.com  karena ia bisa mencari pekerjaan, mencari barang-barang yang ingin dibeli, dan dapat memasang iklan karena banyak pengunjung.
Berdasarkan sudut pandang komunikasinya, secara keseluruhan, intonasi yang disampaikan penyiar sangat baik, pesan disampaikan secara hidup karena penyiar terdengar bersemangat dalam  menyampaikan pesannya. Walaupun penyiar hanya on air sendiri, ia tetap mampu membangun suasana ramai. Konten pesan pun dapat tersampaikan dengan baik. Pendengar dapat menangkap isi pesan yan disampaikan oleh penyiar.
Berdasarkan segmentasi pendengar ardan yang sebagian besar merupakan anak muda, iklan tokobagus.com cocok disiarkan di radio tersebut. Apalagi penyiar yang mengatakan “apalagi Anka ni ya, udah hampir lulus kuliah,” sesuai dengan pendengar yang sedang mendengarkan siarannya. Kemungkinan besar pendengar juga merupakan mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas atau sedang diperjalanan sambil mendengarkan radio siaran.  Konten iklan juga menyebutkan tokobagus yang dapat dimanfaatkan untuk mencari pekerjaan dan membeli gadget yang biasanya dilakukan anak muda, atau membuka iklan bagi para pengusaha muda.
Bahasa yang digunakan sesuai dengan segmentasi pendengar. Penyiar menggunakan gaya bahasa anak muda yang dinamis dan terkesan banyak kata-kata imbuhan khas anak muda yang sesuai denan gaya obrolan anak muda..

Secara lisan, sekilas tidak ada yang salah dalam pengucapakan  adlibs oleh penyiar. Akan tetapi jika diperhatikan dengan saksama, konten yang disampaikan penyiar mengandung banyak improvisasi yang terkesan berlebihan. Misalnya saja terdapat kalimat “nih ya” yang diulang beberapa kali. Selain itu, terdapat pula kata yang salah dalam  pengucapan. Seperti kalimat “lagi pengen-pengen cari”, seharusnya “lagi pengen cari-cari”

Mekanisme Pengupahan dalam Perusahaan

Hubungan Industrial
Mekanisme Pengupahan dalam Perusahaan
PT. Eds Manufacturing Indonesia (PEMI)
Latar Belakang
Ketika berbicara mengenai hubugan industrial, berbicara pula mengenai hubungan dengan para pekerja dalam suatu organisasi. Hubungan yang dibangun organisasi dengan karyawan tentulah untuk mempermudah organisasi dalam mencapai tujuan bersama organisasi tersebut.
Hubungan organisasi dengan pekerjanya tidak selalu berjalan dengan harmonis. Terkadang ada gesekan-gesekan kecil yang menyebabkan adanya pergerakan dari para pekerja. Perlakuan yang adil, ketenangan bekerja, perasaan diakui, penghargaan atas hasil kerja, penyaluran perasaan, dan upah yang cukup menjadi hal yang dikehendaki oleh setiap pekerja.
Upah yang cukup untuk keperluan hidup menjadi cita-cita semua pekerja. Pada kenyataannya, tidak semua organisasi mampu memberikan upah yang sesuai dengan keinginan para pekerja. Akhir-akhir ini banyak pemberitaan yang mengangkat mengenai Upah Minimum Regional (UMR) yang dianggap kurang oleh para pekerja. Aksi turun ke jalan dalam upaya perjuangan upah pun dilakukan, baik ditujukan pada organisasi maupun pemerintah.
Permasalahan klasik mengenai sistem pengupahan yang sampai saat ini masih menjadi pembahasan ini menjadi fokus perhatian penulis. Pelajaran di kelas mengajarkan mengenai pekerja berdasarkan sudut pandang pemilik kekuasaan. Penulisa ingin mengetahui seperti apa yang sebenarnya terjadi di lapangan berdasarkan sudut pandang para pekerja, apakah sesuai dengan literatur yang dipelajari di kelas. Dalam pembahasan kali ini, penulis akan memfokuskan pembahasan pada sisi buruh, dan topik yang diangkat yaitu mengenai mekanisme pengupahan dalam perusahaan.
Tujuan Pengamatan
Penulis ingin mengetahui
·         Bagaimana mekanisme pengupahan dalam perusahaan
·         Bagaimana efek yang terima oleh pekerja
·         Bagaimana mekanisme perhitungan bonus, THR, dan tunjangan lainnya
·         Bagaimana cara penyampaian pesan mengenai sistem pengupahan
Kajian Pustaka
a.      Tugas Pekerjaan PR
Tugas Pekerjaan Public Relations Officer (PRO) salah satunya adalah pelaksanaan hubungan baik dengan publik internal (internal public relations). Yang termasuk kedalam  publik internal adalah pemegang saham dan karyawan. Berdasarkan pengelompokan tersebut, maka ada yang dinamakan hubungan dengan karyawan (employee relations). Dalam rangkan melaksanakan fungsi PR, PRO harus senantiasa memelihara hubungan baik dengan karyawan.
Archibald Wlliam mengatakan “employee relations merupakan suatu kekuatan yag hidup dan dinamis yang dibina dan diabadikan dalam hubungan dengan perorangan sehari-hari di belakang bangku kerja tuang kayu, di belakang mesin, atau di belakang meja tulis”. Jadi tugas PRO bukan aya duduk di kantor, melakinkan harus berkomunikasi langsung dengan para karyawan. Karyawan disini ialah semua pekerja, yang berada di kantor maupun di lapangan. Dengan berkomunikasi, akan dapat diketahui sikap, pendapat, kesulitan, keinginan, harapan, dan perasaannya.
Antarkaryawan tentu memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut dilatarbelakangi oleh lingkungan hidupnya, pengalaman, pendidikan, dan sebagainya. Akan tetapi diantara mereka terdapat hal-hal yang sama. Mereka sama-sama menghendaki perlakuan yang adil, ketenangan bekerja, perasaan diakui, penghargaan atas hasil kerja, penyalur perasaan, dan upah yang cukup.
b.      Upah yang Cukup
Setiap karyawan pasti menginginkan upah yang dapat mencukupi kebutuhan hidupnya. Mungkin tidak ada masalah bagi karyawan dengan tingkat penghasilan yang tinggi, namun menjadi masalah bagi karyawan setingkat buruh yang tingkat pendidikan pas-pasan.
Kebutuhan setiap buruh pasti berbeda, terutama bagi mereka yang menjadi tulang puggung keluarga. Untuk mencapai itu, ada karyawan yang rajin lembur untuk mendapatkan upah yang lebih besar, ada pula yang menjalankan pekerjaan lain setelah bekerja.
Di negara demokrasi, kaum buruh memasuki organisasi serikat buruh. Dengan demikian, mereka merasa dirinya menjadi kuat dan merasa lebih mudah untuk mencapai tujuannya, dibandingkan dengan cara-cara lain secara sendiri-sendiri.[1]
c.       Pengertian dan Komponen Konflik
Konflik pada hakikatnya adalah suatu interaksi pertentangan atau antagonistik antara dua pihak atau lebih. Konflik organisasi adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok-kelompok organisasi yang timbul karena adanya keyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya- sumber daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja dan/atau karena kenyataan mereka mempuanyai perbedaan status, tujuan, nilai, atau persepsi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa konflik adalah pertentangan dalam hubungan kemanusiaan anatar satu pihak dengan pihak yang laian dalam mencapai suatu tujuan, yang timbul akibat adanya perbedaan kepentingan, emosi/psikologi, dan nilai.
Secara umum, konflik terdiri dari 3 komponen, yaitu interest (kepentingan), emotion (emosi), dan values (nilai).
Konflik terdiri dari konflik lahir dan konflik batin. Konflik batin bisa dirasakan pada diri karyawan apakah harus tetap bertahan dengan keadaan pada sistem pengupahan yang pas-psan, atau mencari pekerjaan lain namun dengan konsekuensi ketidakpastian. Konflik lahir juga dapat terjadi, misalnya ketidaksukaan karyawan terhadap manajemen yang menerapkan pola pengupahan yang dirasa kurang menguntungkan bagi karyawan. Dalam rangka menyalurkan aspirasinya, maka perlu adanya suatu serikat yang dapat menampung segala keluh kesah dan permintaan karyawan untuk disampaikan pada perusahaan.
d.      Peran Serikat Pekerja dalam Organisasi
Serikat Pekerja adalah perhimpunan pegawai yang dibentuk dengan tujuan utama mempengaruhi keputusan perusahaan tentang kondisi kekaryaan. Perhimpunan ini juga mungkin melakukan aktivitas kekeluargaan/ persaudaraan, tindakan politis, dan berbagai aktivitas yang berkaitan lainnya.[2]
Ada kalanya tatanan serikat pekerja menguntungkan karyawan, karena apabila keinginan mereka tidak dipenuhi pimpinan, mereka dapat meminta bantuan serikat pekerja. Pada saat lain tatanan ini menekan mereka, karena setiap organisasi menimbulkan tuntutan yang saling bertentangan atas diri karyawan.
e.       Peran Kepemimpinan dalam Mengendalikan Konflik
Pertentangan atau konflik akan selalu ada selama manusia itu ada, baik secara individu maupun anggota kelompok atau masyarakat. Dalam suatu organisasi, konflik antara pemimpin dengan orang yang dimimpin atau antara anggota kelompok dengan anggota lainnya bisa saja terjadi. Sebab didalam suatu organisasi terdapat beberapa individu yang berbeda kepribadian, kepentingan, latar belakang sosial, budaya, agama, dan sebagainya. Konflik tidak bisa dihindari, tapi dapat dikendalikan, dikelola, bahkan diintegrasikan menjadi sesuatu yang dangat dinamis.
Pengendalian konflik merupakan salah satu tugas pemimpin dalam kepemimpinannya. Efektivitas kepemimpinan seseorang dapat dinilai kemampuannya mengendalikan dan mengelola konflik. Kegagalan seorang pemimpin dalam mengendalikan dan mengelola konflik akan menimbulkan sesuatu yang antiproduktif dan destruktif. Konflik merupakan masalah yang pelik yang perlu segera dicarikan solusinya., meskipun selain itu konflik juga dapat bermanfaat terutama dalam: (1) Menciptakan kreativitas, (2) perubahan sosial yang konstruktif, (3) membangun keterpaduan kelompok, dan (4) peningkatan fungsi kekeluargaan/ kebersamaan.
f.       Pertawaran Kolektif
Pertawaran kolektif adalah perundingan (negotiation) antara muwakil pimpinan perusahaan dan muwakil buruh untuk mencapai kesepakatan tertulis yang meliput syarat dan kondisi kekaryaan. Pertawaran kolektif pada dasarnya merupakan upaya kompromi dan penyeimbangan tekanan dari dua kelompok sosial yang memiliki kepentingan timbal-balik untuk bekerja sama.[3]
Pembahasan
PT. EDS Manufacturing Indonesia (PT. PEMI) merupakan perusahaan indutri yang bergerak dalam pembuatan kabel-kabel yang biasanya digunakan dalam perakitan mobil.
Penulis mewawancarai salah satu mantan karyawan kontrak PT. EDS Manufacturing Indonesia (PT. PEMI) yang berlokasi di Jalan Raya Serang KM. 24 Balaraja Serang. Narasumber telah melakukan kontrak kerjasama dengan perusahaan selama 2 tahun, sejak Juni 2011 hingga Juni 2013. Kontrak kerjasama dilakukan dalam waktu satu tahun. Jika karyawan bekerja dengan baik, perusahaan akan menambah kontrak kerja.
1.      Mekanisme pengupahan dalam perusahaan
Mekanisme pengupahan dilakukan dengan membayarkan UMR dan bentuk tunjangan lain setiap satu bulan sekali. Selain mendapatkan gaji, karyawan mendapatkan tunjangan-tunjangan lain berupa tunjangan lembur, tunjangan kesehatan, tunjangan SIP, uang makan, dan uang transport.
Jika karyawan melakukan bolos kerja tanpa ada alasan yang jelas, perusahaan akan mengurangi upah yang akan diberikan kepada karyawan. Akan tetapi jika karyawan tidak masuk kerja dengan alasan yang jelas seperti sakit (dan menyertai surat keterangan sakit dari dokter), gaji pokoknya tidak dipotong.
·         Tunjangan lembur
Jam kerja yang ditetapkan perusahaan bagi karyawan sebanyak 8 jam sehari. Pembagian jam kerja dibedakan kedalam dua sip, yaitu
o   sip 1     : 7 pagi - 4 sore (istirahat 1 jam pada pukul 12)
o   sip 2     : 4 sore - 12 malam (istirahat 1 jam pada pukul 6)
Tunjangan lembur dihitung perjam, dengan perhitungan UMR/173 (jam kerja maksimum perbulan) x banyaknya jam lembur
Lembur dihitung pada Hari Sabtu dan Minggu, sedangkan pada hari-hari biasa tidak ada jam lembur.
·         Uang makan dan uang transport
Pada hari-hari biasa, perusahaan telah menyediakan makan bagi para karyawan sehingga perusahaan tidak memberikan uang makan. Pada bulan Ramadhan dimana sebagian besar karyawan melakukan ibadah puasa, perusahaan tidak memberikan fasilitas makan, tapi karyawan diberikan tunjangan makan sebesar Rp6.000,00 per hari.
Untuk transportasi, perusahaan memberikan tunjangan sebesar Rp13.000,00 . Sebenarnya tersedia pula angkutan perusahaan, yang dikelola oleh bagian koperasi. Tunjangan transportasi biasanya dipotong biaya transportasi koperasi.
2.      Mekanisme Perhitungan Bonus, THR, dan Tunjangan Lainnya
Tunjangan yang didapatkan karyawan berupa uang lembur, uang kesehatan, tunjangan SIP, uang makan, dan uang transport. Disamping itu, ada bonus yang didapatkan karyawan hanya satu kali setahun yaitu bonus tahunan dan Tunjangan Hari Raya (THR).
Bonus tahunan diberikan kepada setiap karyawan tetap, namun bagi karyawan kontrak seperi narasumber yang penulis temui, tidak semua karyawan kontrak mendapatkannya. Bonus tahunan dan THR diberikan kepada karyawan kontrak yang telah bekerja selama minimum empat bulan. Besarnya bonus tahunan tidak lebih dari setangah gaji UMR. Bonus tahunan diberikan setiap Bulan Desember.
THR diberikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Besarnya bonus THR yaitu sama dengan satu bulan gaji pokok yang berhak diterima karyawan.
3.      Cara Penyampaian Pesan mengenai Sistem Pengupahan
Sebelum memulai bekerja dalam perusahaan, karyawan melakukan kontrak kerja sama yang disebut Kesepakatan Kerja Bersama (KKB). Karyawan diinformasikan mengenai sistem upah yang akan diberikan perusahaan, lamanya kontrak kerjasama, dan bentuk regulasi dan aturan main lainnya.
Karyawan biasanya melakukan aksi demo ke jalan untuk menuntut hak berupa upah kerja. Biasanya karyawan meginginkan upah yang lebih besar karena kebutuhan yang semakin banyak dan harga kebutuhan pokok yang meningkat.
Narasumber sudah mengalami dua kali kenaikan gaji. Pertama pada tahun 2011, gaji pokok narasumber sebesar 1,2 juta rupiah, pada tahun 2012 gaji pokok naik menjadi 1,7 juta rupiah, dan pada tahun 2013 menjadi 2,2 juta rupiah.
Gaji pokok yang didapatkan narasumber dan karyawan lainnya bukanlah UMR semata, melainkan UMR yang telah ditambah oleh perusahaan sebesar Rp200.000,00 . Penambahan gaji pokok melebihi UMR diberikan perusahaan sebagai hasil demo yang dilakukan oleh para karyawan yang tergabung dalam serikat pekerja.
Tidak ada komunikasi secara langsung dari pihak manajemen ke para pekerja. Informasi kebijakan disampaikan dari mulut ke mulut melalui serikat pekerja. Fungsi PR nampaknya belum diterapkan pada perusahaan ini. Sebenrnya kebijakan yang dirasa akan menimbulkan kekecewaan bagi karyawan dapat sedikit terobati oleh komunikasi yang baik. Sentuhan-sentuhan komunikasi diharapkan mampu menggiring karyawan untuk berpikir sesuai dengan yang diharapkan perusahaan.
4.      Efek yang Diterima oleh Pekerja
Bagi karyawan yang belum memiliki keluarga, upah yang diterima dirasa cukup dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi menjadi masalah ketika penerima upah menjadi tulang punggung keluarga.
Bagi karyawan, gaji yang cukup dan ketenangan dalam bekerja menjadi hal utama. Gaji yang cukup dirasa tidak pernah dirasakan oleh seluruh karyawan kontrak. Untuk hal ketenangan dalam bekerja pun tidak dapat dirasakan oleh karyawan. Karyawan harus terus berpikir jika sewaktu-waktu kontraknya tidak diperpanjang lagi. Karyawan harus siap jika perusahaan mengganti tenaganya dengan tenaga yang lebih fresh.
Parusahaan pernah menambah jumlah tenaga kerja dengan outsourcing. Para karyawan melakukan aksi demonstrasi ke Pemerintah untuk menghapuskan outsourcing dan pengangkatan tenaga kontrak menjadi tenaga tetap. Perusahaan mengabulkan permintaan tersebut.
Terjadi masalah kembali ketika gaji pokok yang diterima karyawan hanya sebatas UMR, tanpa nilai tambah dari perusahaan. Aksi demo dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Perusahaan mengabulkan permintaan dengan menaikan gaji pokok sekitar dua ratus ribu rupiah, namun dengan penambahan jam kerja dan waktu kerja yang dimundurkan sehingga karyawan harus pulang lebih larut. Karyawan sempat mencoba kebijakan baru tersebut, namun hanya bertahan 2 minggu, kemudian demo kembali meminta jam kerja disesuaikan seperti jam kerja awal sebelum adanya kebijakan.
Waktu yang dihabiskan oleh karyawan seolah-olah hanya untuk bekerja pada perusahaan. Mereka melakukan kerja, istirat, kerja, istirahat, begitu seterusnya. Akan tetapi penghasilan yang diterima hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja.
Permasalahan gaji sepertinya akan selalu menjadi pembahasan yang belum dapat ditemui titik potongnya karena perbedaan tujuan  perusahaan yang menginginkan profit yang besar dengan keinginan karyawan yang menginginkan upah yang besar. Namun setidaknya dengan komunikasi yang baik, sistem informasi yang lancar, dan perlakuan yang baik perusahaan terhadap karyawan membuat karyawan mau bekerja pada perusahaan tanpa melakukan aksi-aksi seperti demonstrasi, mogok kerja, dan sejenisnya.


Daftar Pustaka
Davis, Keith dan John W. Newstrom. 1985.  Perilaku Dalam Organisasi. Jakarta: Erlangga
Effendy, Onong Uchjana. Human Relation & Public Relation. Bandung: Mandar Maju
Rivai, Veiithzal. 2008. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta: Rajagrafindo Persada



[1] Effendy, Onong Uhhjana. Human Ralation & Public Relation. Hal. 145
[2] Davis, Keith dan John W. Newstrom. Perilaku dalam Organisasi. Hal. 99
[3] Hoover, John J. 1982. Negotiating the Initial Union Contract. Hal 46

Dampak Penemuan Teknologi Komunikasi

Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, teknologi komunikasi pun menjadi semakin beragam. Beberapa alat komunikasi yaitu buku dan majalah, koran, radio dan musik rekaman, film dan video, televisi dan televisi kabel, dan media komputer serta internet.
Setiap alat komunikasi digunakan untuk mempermudah proses komunikasi. Alat-alat tersebut tentu memiliki dampak positif dan negatif.
Berikut dampak positif dan negatif dari alat-alat tersebut :
1.      Buku
Dampak positif:
·         Dengan buku, secara ilmiah seseorang dapat menyebarkan hasil penelitiannya. Hal ini dianggap sebagai bentuk kebebasan publikasi.
·         Sebagai sumber yang dapat diuji kebenarannya karena bersifat ilmiah
·         Megajak khalayak untuk berfikir lewat tulisan
·         Dapat dibaca untuk mengisi waktu luang. Waktu luang menjadi lebih bermaaf dengan membaca buku
·         Apabila ada kalimat yang tidak dipahami, dapat mencari dalam kamus atau bertanya kepada orang lain. Berbeda dengan misalnya radio, kata-kata yang tidak dimengerti akan berlalu begitu saja
·         Dalam dunia pendidikan, buku dapat membantu guru dalam merealisasikan kurikulum, memudahkan kontinuitas pelajaran, dapat menjadikan pegangan, mamancing anspirasi, dapat menyajikan materi yang seragam, dan mudah diulang
Dampak negatif:
·         Doktinisasi suatu ajaran yang memengaruhi perilaku dan mindset khalayak
·         Merepotkan saat dibawa dalam jumlah yang banyak
·         Dalam dunia pendidikan, beberapa pengajar menjadi kurang bersemangat untuk mengajar karena merasa siswanya sudah mendapatkan materi yang cukup dari buku pelajaran

2.      Majalah
Dampak Positif :
·         Dapat melayani secara khusus informasi yang dibutuhkan. Misalnya pelaku bisnis dapat mengetahui informasi seputar bisnis di majalah-majah bisnis. Menurut Dominick, klasifikasi majalah dibagi kedalam lima kategori utama, yaitu majalah konsumen umum, majalah bisnis, kritik sastra dan majalah ilmiah, majalah khusus terbitan berkala, dan majalah humas. Dengan adanya majalah, informasi yang dibutuhkan dapat disampaikan secara khusus.
·         Dapat mengajarkan politik, menginformasikan berita internasional, mengajarkan pelajaran moral, dan memberikan berita hiburan. Menurut Hiebert, Ungurait, dan Borh, majalah berisi masalah politik, berita-berita internasional, tulisan yang mengandung unsur-unsur moral, berita-berita hiburan (teater) dan gosip
·         Dapat menghibur, menjadi alat informasi, dan memengaruhi. Luce merupakan majalah berita yang banyak menggunakan foto.
·         Memberikan penerangan bagi rakyat yang ada di pelosok-pelosok. Pada massa menjelang dan awal kemerdekaan Indonesia, penerbitan majalah untuk tujuan tersebut
·         Sebagai media eksistensi suatu komunitas yang menjadi materi liputan
·         Meningkatkan nilai jual suatu produk lewat iklan dan promosi
·         Penyajian informasi secara lebih mendalam dan memiliki nilai aktualitas yang lebih lama
·         Menyalurkan hobi dibidang dunia jurnalistik, seperti penulisan artikel, cerpen, dan fotografi
·         Sarana publikasi suatu kegiatan yang akan dilaksanakan (promosi)
Dampak negatif :
·         Dapat disalahgunakan menjadi media pendukung, pembela, dan alat penyebar “manifesto politik”, seperti pada zaman orde lama.
·         Sebagai sarana iklan yang dapat meningkatkan pola hidup konsumtif bagi khalayak
·         Maraknya model dengan gaya berpakaian yang tidak sesuai dengan kultur Indonesia. Misalnya menggunakan pakaian minim, menjadi dampak negatif jika dilihat oleh anak-anak, dan menjadi contoh dalam gaya berpakaian para remaja.
3.      Koran
Dampak positif
·         Memuat berbagai berita peristiwa penting yang dapat diketahui oleh khalayak.
·         Mencerdaskan rakyat. Lewat berbagai artikel, membuka pengetahuan khalayak untuk membuka wawasan.
·         Meningkatnya rasa keingintahuan khalayak terhadap peristiwa yang terjadi di sekitarnya.
·         Mendidik dan memengaruhi lewat artikel ilmiah, tajuk rencana atau editorial dan rubrik opini.
·         Sebagai fungsi hiburan. Fungsi hiburan tidak terabaikan karena tersedia rubrik artikel ringan, feature, rubrik cerita bergambar atau komik, serta cerita bersambung.
·         Menjadi media publisitas bagi PR dalam mengangkat reputasi organisasi.
·         Sebagai fungsi kontrol sosial. Melalui koran, PR dapat memomitor berita yang menyangkut perusahaan. Kliping diperlukan dalam menentukan kebijakan kedepan. Berita tersebut juga dianggap menjadi masukan dari masyarakat (publik eksternal).

Dampak negatif
·         Untuk menyerap isi surat kabar, pembaca dituntut bisa membaca serta memiliki kemampuan intektualitas tertentu. Khalayak yang buta huruf tidak dapat menerima pesan surat kabar
·         Bagi yang memiliki pendidikan rendah, akan kesulitan membaca surat kabar, karena banyak istilah dari berbagai bidang yang tidak dapat mereka pahami.
·         Adanya kolom surat pembaca yang dapat mengacam nama baik perusahaan apabila surat pembaca berisi keluhan konsumen yang ditujukan kepada perusahaan

4.      Radio
Dampak positif:
·         Dapat menjalankan fungsi kontrol sosial
·         Dapat memengaruhi khalayak. Salah satu contoh adalah peristiwa pertempuran Surabaya tanggal 10 November 1945, Bung Tomo dengan gayanya yang khas melalui mikrofon “Radio Pemberontak” berhasil membangkitkan semangat bertempur, bukan saja di kalanagan pemuda Jawa Timur, tetapi juga du daerah lainnya untuk melawan Belanda. (Efffendy, 1990: 63)
·         Memberikan informasi yang  dapat disebarkan secara cepat ke seluruh wilayah
·         Menghibur lewat pemutaran musik
·         Media promosi. Musisi biasanya melakukan tour ke radio-radio untuk mempromosikan album/single barunya. Berbagai adlips dan iklan pun menjadi media promosi yang efektif dalam memengaruhi khalayak
·         Memiliki daya tarik sehingga diminati banyak orang. Daya tarik ini disebabkan dari sifatnya yang serba hidup berkat tiga unsur yang ada padanya, yakni musik, kata-kata dan efek suara (sound effect)
·         Dapat mengajak komunikannya untuk berimajinasi.
·         Bersifat akrab sehingga pendengar merasa ada yang berkomunikasi dengannya. Biasanya pendengar mendengarkan radio sambil mengemudikan mobil atau melakukan akivitas lain
Dampak negatif :
·         Jika memberitakan nominal-nominal, tidak detail melainkan hanya angka yang dibulatkan agar mudah dicerna khalayak
·         Pesan komunikasi melalui redio siaran diterima secara selintas karena kemampuan mendengar manusi yang terbatas
·         Pendengar tidak akan dapat mendengar kembali informasi yang tidak jelas diterimanya, karenaia tidak bisa meminta kepada komunikator atau  penyiar untuk mengulang informasi yang hilang, kecuali ia merekamnya

5.      Alat perekam
Dampak positif
·         Mempermudah dalam proses wawancara, karena dapat merekam pembicaraan yang dapat diputar kembali
·         Menghidupkan industri radio dengan musik rekaman
·         Tumbuh dan berkembangnya industri rekaman. Misalnya manajemen yang menaungi para musisi untuk merekam karya lagunya.
·         Munculnya berbagai industri alat perekam. Berbagai perusahaan terus mengembangkan teknologi alat perekam yang semakin canggih untuk meningkatkan kualitas rekaman
·         Dapat merekam berbagai peristiwa yang dapat ditayangkan kembali dan disaksikan oleh banyak orang
·         Menghibur lewat musik yang dapat diputar
·         Dapat melakukan rekaman bagi karya yang ingin disebarluaskan
·         Sebagai ajang promosi bagi eksistensi suatu grup
·         Mengabadikan suatu karya musik
·         Kualitas suatu karya dapat diukur secara kuantitas dari penjualan musik rekaman
·         Royalty yang didapat dari pencipta suatu lagu
·         Merekam suatu kegiatan yang dapat diputar kembali
·         Sebagai media dokumentasi yang dapat dijadikan arsip
Dampak negatif
·         Berdampak pada psikologis, seperti terlalu terhanyut dan terbawa suasana oleh alunan-alunan musik
·         Semakin mudahnya media perekam sehingga pembajakan semakin banyak
·         Alat perekam suara dimanfaatkan para pelaku industri musik untuk melakukan lipsinc. Hal tersebut menjadi salah satu bentuk kebohongan publik
·         Pembajakan semakin marak dan tidak dapat dikontrol
·         Merugikan bagi pelaku industri musik
·         Dapat merekam berbagai hal yang tidak pantas untuk dikonsumsi publik. Beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan kasus video porno artis tanah air yang dapat disaksikan oleh banyak orang termasuk anak-anak
6.      Film
Film memiliki nilai tertentu, diantaranya dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar, memancing inspirasi baru, menarik perhatian, penyajian yang lebih baik karena mengandung nilai-nilai rekreasi, dapat memperlihatkan pelakuan objek yang sebenarnya, sebagai pelangkap catatan, menjelaskan hal-hal abstak, mengatasi rintangan bahasa, dan lain-lain.
Dampak positif film diantaranya adalah
·         Dapat dijadikan sebagai media edukasi. Film nasional dapat digunakan sebagai media edukasi untuk pembinaan generasi muda dalam rangka nation and character building (Effendy, 1981: 212)
·         Media kampanye yang efektif memengaruhi khalayak untuk bertindak sesuai yang diinginkan
·         Penonton dapat terhibur dengan adegan-adegan dalam film, terutama dengan adanya kemajuan teknologi, layar film di bioskop pada umumnya sudah tiga dimensi sehingga penonton seolah melihat kejadian nyata dan tidak berjarak
·         Khalayak memiliki gambaran tentang daerah tertentu yang dijadikan lokasi film sekalipun khalayak belum pernah berkunjung ke tempat tersebut.
Dampak negatif film antara lain
·         masih ditemukan adanya elemen propaganda ideologis yang terlihat samar di banyak film hiburan populer, bahkan dalam masyarakat yang cenderung “bebas” dari politik. Hal ini mencerminkan pencampuran dari berbagai kekuatan: percobaan yang hati-hati atas kontrol sosial; penerapa nilai koservatif atau populis yang sembrono; beragam cara pemasaran dan iklan menerobos masuk ke ranah hiburan; dan pengejaran bagi daya tarik massa.
·         Kkriteria lulus sensor sebuah film lebih longgar dibandingkan tayangan pada televisi. Film-film percintaan ala remaja dengan gaya berpacarannya diikuti oleh khalayak
·         Film dengan genre tertentu mengajarkan khalayak untuk melakukan tindakan kekerasan
·         Terjadi peniruan terhadap cara berpakaian atau model rambut , hal ini disebut sebagai imitasi. Peniruan terhadap gaya berpakaian dan model rambut yang tidak sesuai dengan kaidah yang ada di masyarakat akan menimbulkan stigma negatif dari lingkungan

7.      Video
Dampak positif :
·         Dapat menjadi sumber informasi dan bukti yang dapat menguatkan
·         Sebagai media dokumentasi berbagai kegiatan yang dapat dipergunakan dalam memenuhi kelengkapan data
·         Sebagi media promosi yang efektif
·         Dapat memberikan informasi secara audio dan visual
·         Dalam dunia pendidikan, video dapat ditayangkan guru kepada muridnya. Video digunakan untuk memudahkan dalam penyajian seperangkat materi tertentu.
·         Video juga biasa digunakan siswa untuk mengulang ceramah guru yang dapat diputar ulang
Dampak negatif :
·         Pesan-pesan yang tidak layak dikonsumsi publik dapat disebarluaskan dengan mudah
·         Munculnya berbagai video konyol yang diikuti oleh khalayak
·         Jika tidak disimpan dengan baik, file akan hilang. Bisa juga karena virus dan sejenisnya yang menyebabkan video tidak dapat diputar kembali
·         Video kekerasan yang ditiru oleh khalayak, terutama anak-anak
·         Mampu memprovokasi pihak tertentu.
·         Apa yang terlihat dalam video terkadang bukanlah kejadian yang benar-benar terjadi. Dengan proses editing, pengambilan scene tertentu, dan sejenisnya mampu memanipulasi video sehingga nampak seperti kejadian yang sebenarnya


8.      Televisi
Dampak positif televisi antara lain:
·         Informasi yang disebarkan dapat menjangkau khalayak luas di berbagai daerah secara serempak. Dengan televisi, biaya yang dibutuhkan dalam penyebaran informasi menjadi berkurang. Topografi yang sulit dilalui dan sulit diakses tidak lagi menjadi hambatan.
·         Menambah pengetahuan dan wawasan khalayak lewat tayangan yang mendidik. Walaupun ruang yang diberikan tidak terlalu besar bagi tayangan yang mendidik khalayak, kualitas yang baik dapat mengedukasi dan memotivasi khalayak untuk melakukan hal positif. Misalnya program tayangan Kick Andi, Mario Teguh, Binar (bahasa Indonesia yang baik dan benar)
·         Mengajarkan anak untuk kreatif. Program tayangan semacam Hand Made dan Si Bolang yang mendaur ulang barang bekas untuk dijadikan mainan mengajarkan anak untuk kreatif, selain itu pula anak diajarkan untuk menghormati yang lebih tua, saling menghargai, punya empati, menolong yang lemah, dan menepati janji.
Dampak negatif
·         Perilaku konsumtif khalayak. Iklan di televisi membuat khalayak terbujuk untuk membeli barang/jasa yang diiklankan pada tayangan televisi
·         Menunda-nunda pekerjaan. Program tayangan di televisi yang memakan durasi cukup lama, mampu membunuh waktu khalayak yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan yang produktif. Namun dengan adanya program tayangan di televisi, pekerjaan menjadi tertunda
·         Khalayak terpengaruh dan menganggap sesuatu yang ada pada tayangan televisi merupakan kenyataan. Seseorang yang menyaksikan tayangan pada televisi lebih dari 4 jam, akan terpengaruh dan menganggap seolah yang ada pada tayangan tersebut merupakan kenyataan yang sebenarnya. Misalnya, seorang pembantu yang menonton tayangan FTV yang bertemakan majikan yang jatuh cinta pada pembantunya. Pembantu tersebut akan merasa dalam dunia yang sebenarnya, banyak juga majikan di luar sana yang dapat jatuh cinta pada pembantunya.

9.      TV Kabel
Dampak positif :
·         Tayangan semakin tersegmentasi sesuai usia, profesi, dan minat khalayak. Dengan adanya TV kabel, program tayangan semakin beragam, sehingga khalayak semakin terfasilitasi dengan program tayangan yang ingin ditonton.
·         Dapat melihat berbagai peristiwa di dunia tanpa terbatasi oleh jarak. Program tayangan pada TV kabel yang mencakup berbagai peristiwa yang ada di dunia, menjadikan khalayak dapat mengetahui berbagai peristiwa di dunia.
·         Semakin banyak tayangan kreatif dan mendidik yang dapat diadaptasi oleh khalayak
·         Semakin banyak iklan yang dapat dipublikasikan oleh perusahaan
Dampak negatif :
·         Tidak mengikuti regulasi penyiaran nasional. Misalnya tayangan dewasa yang seharusnya ditayangkan pada jam malam tidak dapat diberlakukan
·         Merusak generasi muda. Salah satu tayangan yang sering disajikan merupakan pemutaran film yang tidak jarang menyajikan adegan-adegan yang membahayakan moral generasi muda
·         Memberikan efek kecanduan karena tidak ada iklan, jika pun ada iklan, hanya sebentar
·         Semakin banyak program tayangan hiburan yang tidak mendidik dan tidak memberikan manfaat
·         Menjadi pesaing bagi TV lokal.
·         Pelanggan dikenakan sejumlah biaya untuk dapat menggunakan layanan. Dengan adanya sejumlah biaya yang harus dibayarkan, pelanggan harus menyisihkan pemasukannya untuk membayar biaya tersebut
·         Berbagai iklan produk internasional menjadikan khalayak tertarik dan berlaku konsumtif terhadap produk luar


10.  Media computer
Dampak positif :
·         Digitalisasi informasi. Misalnya media publikasi yang semula harus di tempel di dinding, kini dapat didigitalisasi lewat komputer
·         Penyimpanan data menjadi lebih praktis. Dengan media komputer, data yang dimiliki dapat disimpan dalam ruang pada komputer
·         Mempermudah dalam mengerjakan pekerjaan yang dahulu dilakukan dengan mesin tik atau tulisan tangan. Misalnya, dengan adanya media komputer, tugas kuliah dapat dikerjakan dengan lebih cepat dan efektf
·         Untuk membuat gambar bergerak atau film
·         Mempermudah dalam proses editing foto dan video
·         Mendigitalisasi berbagai dokumen sehingga tidak memakan banyak tempat di ruang kerja kita
·         Banyak perusahaan yang sukses dalam menjalankan bisnis perangkat keras dan layanan perangkat lunak pada komputer
·         Terdapat berbagai aplikasi sehingga multifungsi. Misalnya, aplikasi perekam untuk merekam, aplikasi kalkulator, kalender, dan jam.

Dampak negatif :
·         Membuat rasa candu yang menyebabkan khalayak malas beraktivitas dan lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer. Hal ini terutama dilakukan oleh penggemar game di layanan komputer
·         Beragam jenis virus yang dapat menyembunyikan atau merusak data yang telah disimpan
·         Membutuhkan biaya lebih dalam membeli perangkat pendukung seperti alat penyimpanan tambahan
·         Mengurangi waktu istirahat. Waktu yang bisa digunakan untuk beristirahat malah digunakan untuk mengulik komputer
·         Khalayak yang tidak dapat mengoperasikan komputer dianggap gagap teknologi

11.  Internet
Dampak positif
·         Menggabungkan radio, film, dan televisi dan menyebarkannya melalui teknologi, sehingga semakin mudah dalam menemukan informasi.
·         Peningkatan kesempatan menulis dan otonomi serupa yang dapat dihitung sebagai publikasi.
·         Terjadi otonomi yang besar dan kesetaraan dalam hubungan sumber dan pemasok
·         Lebih efisien karena tidak ada ongkos cetak dan dapat menyimpan arsip.
·         Semakin cepat dalam memperoleh informasi dan dat-data yang dibutuhkan
·         Sarana berkomunikasi dengan banyak orang. Misalnya dengan media sosial, dapat berdiskusi mengenai berbagai hal
·         Pertumbuhan bisnis menjadi semakin cepat karena penjualan berbagai barang atau jasa semakin mudah dan dan menjangkau daerah yang luas
·         Dapat mem-back up data yang ada pada komputer, sehingga jika komputer atau file kita mengalamai masalah, kita masih bisa mengambil data secara online
·         Dapat berkomunikasi secra seketika dengan ribuan orang. Menurut LaQuey, yang membedakan internet (dan jaringan global lainnya) dari teknologi komunikasi tradisional adalah tingkat interaksi dan kecepata yang dapat dinikmati pengguna untuk menyiarkan pesannya.
·         Dapat mengetahui kejadian yang baru saja terjadi. Misalnya, dengan membuka situs jejaring sosial twitter, muncul informasi dari teman mengenai gempa yang baru saja terjadi di Padang
Dampak negatif
·         Semakin meningkatnya kesulitan dalam memelihara hak cipta (copyright) sebagaimana juga yang muncul dari kompetisi dengan pasokan ‘konten gratis’.
·         Rice (1999:29) menyatakan bahwa ‘batasan antara penerbit, produsen, distributor, konsumen, dan pengamat konten sudah semakin kabur’. Hal ini menyebabkan keraguan terhadap kelayakan ide dari sebuah institusi sebagai sebuah organisasi sosial yang memiliki praktik dan norma bersama. Bisa saja terjadi perpecahan dan media massa akan hilang.
·         Sifat internet yang tidak dapat dikendalikan berdampak pada isi pemberitaan yang ada. Sifat pornografi dan krimialitas, juga akan berisi penyebaran informasi sampah. Bahkan ada kekhawatiran internet menjadi biang penyebaran rasisme. (Republika 1/2/1001)
·         Tingkat kepercayaan individu terhadap isi informasi internet berkurang

Sumber :          Ardianto, Elvinaro dan Lukiyat Komala Erdinaya. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya
Danim, Sudarwan. 2010. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara
McQuail, Denis. 2011. Teori Komunikasi Massa. Jakarta:Salemba
Muhammad, Farouk. 2004. Praktik Komunikasi dalam Kehidupan Sehari-hari. Jakarta: Teraju
Potter, W. James. 1998. Media Literacy. California: SAGE Publication