Tuesday, 10 June 2014

Ontologi, Aksiologi, Epistemologi

1.      Ontologi: Hakikat apa yang ingin dikaji
a.       Metafisika
Setiap pemikiran, termasuk pemikiran ilmiah, tempat berpijaknya adalah metafisika. Jika pikiran diibaratkan sebuat roket yang meluncur ke bintang-bintang, metafisika adalah landasan peluncurannya. Dunia yang sepintas lalu kelihatan sangat nyata ini, menimbulkan berbagai spekulasi filsafati tentang hakikatnya.
b.      Beberapa Tafsiran Metafisika
Tafsiran pertama manusia terhadap alam ini adalah bahwa terdapat ujud-ujud yang bersifat gaib (supranatural) dan ujud-ujud tersebut bersifat lebih tinggi atau lebih kuasa dibandingkan dengan alam yang nyata. Lawan dari supernaturalism adalah paham naturalisme yang menolak adanya ujud-ujud yang bersifat supranatural. Materialisme, yang merupakan paham berdasarkan naturalisme, berpendapat bahwa gejala-gejala alam tidak disebabkan oleh pengaruh kekuatan yang bersifat gaib., melainkan oleh kekuatan yang terdapat dalam alam itu sendiri, yang dapat dipelajari dan dengan demikian dapat kita ketahui. Prinsip materialisme dikembangan oleh Democritos. Baginya, unsur dasar alam ini adalah atom.
Penganut paham mekanistik ditentang oleh kaum vitalistik. Kaum mekanistik melihat gejala alam hanya merupkan gejala kimia-fisika semata. Sedangkan bagi kaum vitalistik, hidup adalah sesuatu yang unik dan berbeda secara substantif dengan proses tersebut diatas.
c.       Asumsi
Yang dibutuhkan adalah pengetahuan yang berada di tengah-tengah, antara kemutlakan yang dimiliki agama, dan keunikan individual yang bersifat seni. Ilmu perlu memiliki keabsahan dalam melakukan generalisasi, sbab pengetahuan yang bersifat personal dan individual seperti upaya seni, tidaknya bersifat praktis. Diantara kutub determinisme dan pilihan bebas ilmu menjatuhkan pilihannya terhadap penafsiran probababilistik.
d.      Peluang
Ilmu tidak pernah berpretensi untuk mendapatkan pengetahuan yang bersifat mutlak. Ilmu memberikan pengetahuan sebagai dasar pengambilan keputusan, dimana keputusan harus didasarkan pada penafsiran kesimpulan ilmiah yang bersifat relatif.
e.       Beberapa Asumsi dalam Ilmu
Ilmu sekadar merupakan pengetahuan yang mempunyai ke   gunaan praktis yang dapat membantu kehidupan manusia secara pragmatis.
f.       Batas-Batas Penjelajahan Ilmu
Ilmu memulai penjelajahannya pada pengalaman manusia dan berhenti di batas pengalaman manusia. Baik hal-hal yang terjadi sebelum hidup, maupun apa-apa yang terjadi sesudah kematian, semua itu berada di luar penjelajahan ilmu. Fungsi ilmu sendiri dalam kehidupan manusia yakni sebagai alat pembantu manusia dalam menanggulangi masalah-masalah yang dihadapinya sehari-hari.
2.      Aksiologi: nilai kegunaan ilmu
a.       Ilmu dan Moral
Ilmu bukan lagi merupakan sarana yang membantu manusia mencapai tujuan hidupnya, namun juga menciptakan tujuan hidup itu sendiri. Dalam tahap pengembangan konsep terdapat masalah moral yang ditinjau dari segi ontologi keilmuan, sedangkan dalam tahap penerapan konsep terdapat masalah moral ditinjau dari segi aksiologi keilmuan. Masalah teknologi yang mengakibatkan proses dehumanisasi sebenarnya lebih merupakan masalah kebudayaan daripada masalah moral. Menurut Charles Darwin, tahap tertinggi dalm kebudayaan moral manusia adalah ketika kita menyadari bahwa kita seyogyanya mengontrol pikiran kita.
Masalah moral tak bisa dilepaskan dengan tekad manusia untuk menemukan kebenaran, sebab untuk menemukan dan mempertahankan kebenaran, diperlukan keberanian moral.
b.      Tanggung Jawab Sosial Ilmuwan
Fungsi ilmuwan tidak berhenti pada penelaahan dan keilmuan secara individual namun juga ikut bertanggung jawab gara produk keilmuan sampai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sikap sosial seorang ilmuwan adalah konsiten dengan proses penelaahan keilmuan yang dilakukan.
3.      Epistemologi: Cara Mendapatkan Pengetahuan yang Benar
a.       Pengetahuan
Pengetahuan merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu, termasuk kedalamnya adalah ilmu. Jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui oleh manusia disamping berbagai pengetahuan lainnya seperti seni dan agama.  Metode ilmiah adalah cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar. Setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistemologi), dan untuk apa (aksiologi). Ilmu dapat diibaratkan sebagai alat bagi manusia dalam memecakan berbagai persoalan yang dihadapinya. Pemecahan tersebut pada dasarnya adalah dengan meramalkan dan mengontrol gejala alam. Oleh sebab itulah, sering dikatakan bahwa dengan ilmu manusia mencoba memanipulasi dan menguasai alam. Masalah yang dihadapi epistemologi keilmuan adalah bagaimana menyusun pengetahuan yang benar untuk menjawab permasalahan mengenai dunia empiris yang akan digunakan sebagai alat untuk meramalkan dan mengontrol gejala alam.
b.      Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupaakn prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan lewat metode ilmiah. Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatkannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Metode ilmiah mencoba menggabungkan cara berpikir deduktif dan cara berpikir induktif dalam membangun tubuh pengetahuannya. Berpikir deduktif memberikann sifat yang rasional kepada pengetahuan ilmiah yang bersifat konsisten dengan pengetahuan yang telah dikumpulkan.
Teori korespondensi menyebutkan bahwa suatu pernyataan dapat dianggap benar sekiranya materi yang terkandung dalam pernyataan itu bersesuaian dengan obyek faktual dalam pernyataan itu pernyataan tersebut. Hakikat ilmu yakni sifat pragmatis dari ilmu. Ilmu tidak bertujuan untuk mencari kebenaran absolut, melainkan kebenaran yang bermanfaat bagi manusia dalam tahap perkembangan tertentu.
Ilmu bersifat konsisten karena penemuan yang satu didasarkan kepada penemuan-penemuan sebelumnya. Ilmu dapat memberikan jawaban positif terhadap permasalahan yang dihadapi manusia pada waktu tertentu.
c.       Struktur Pengetahuan Ilmiah
Ilmu dapat diibaratkan sebagai piramida terbalik dengan perkembangan pengetahuannya yang bersifat kumulatif dimana penemuan pengethuan ilmia yang satu memungkinkan penemuan pengetahuan-pengetahuan ilmiah yang lainnya. Pengetahuan ilmiah pada hakikatnya mempunyai tiga fungsi, yakni menjelaskan, meramalkan dan mengontrol. Secara garis besar terdapat empat jenis pola penjelasan yakni deduktif, probabilistik, fungsional atau teleologis, dan genetis. Tidak satu pun dari pola tersebut yang mampu menjelaskan secara keseluruhan suatu kajian keilmuan dan oleh sebab itu digunakan pola yang berbeda untuk menjelaskan masalah yang berbeda pula.
Teori merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan mengenai suatu faktor tertentu dari sebuah disiplin keilmuan. Makin tinggi tingkat keumuman sebuah konsep maka makin “teoretis” konsep tersebut. Konsep-konsep yang bersifat teoretis sering tidak langsung kentara kegunaan praktisnya. Pengertian yang membedakan antara pernyataan yang bersifat dasar dan terapan ini harus dimiliki dengan baik, sebab kalau tidak maka kita mungkin melakukan pilihan yang baik untuk jangka pendek namun kurang baik untuk jangka panjang. Dalam ilmu-ilmu sosial pada umumnya maka pengembangan hukum-hukum ilmiah sukar sekali dilakukan.
d.      Sarana berpikir ilmiah
Perbedaan utama antara manusia dan binatang terletak pada kemampuan manusia untuk mengambil jalan melingkar dalam mencapai tujuannya. Untuk melakukan kegiatan ilmiah secara baik diperlukan sarana berpikir. Sarana ilmiah pada dasarnya merupakan alat yang membantu kegiatan ilmiah dalam berbagai langkah yang harus ditempuh.
Dua hal yang pelu diperhatikan dalam mempelajari sarana berpikir ilmiah adalah (1) sarana ilmiah bukan merupakan ilmu dalam pengetian bahwa sarana ilmiah merupakan ilmu dalam pengertian bahwa sarana ilmiah itu merupakan kumpulan pengetahuan yang didapatkan berdasakan metode ilmiah. Kedua, tujuan mempelajari sarana ilmiah adalah untuk memungkinkan kita melakukan penelaahan ilmiah secara baik, sedangkan tujuan mempelajari ilmu dimaksudkan untuk mendapatkan pengetahuan yang memungkinkan kita untuk bisa memecahkan masalah kita sehari-hari.
Untuk dapat melakukan kegiatan berpikir ilmiah dengan baik, diperlukan sarana berupa bahasa, logika, matematika dan statistika.
e.       Bahasa
Keunikan manusia bukan terletak pada kemampuan berikirnya, melainkan terletak pada kemampuannya berbahasa. Manusia dapat berpikir dengan baik karena dia mempunyai bahasa. Bahasa memungkinkan menusia berpikir secara abstrak dimana objek-objek faktual ditransformasikan menjadi simbol-simbol bahasa yang bersifat abstrak. Adanya simbol bahasa yang bersifat abstrak ini memungkinkan manusia untuk memilirkan sesuatu secara berlanjut.
Bahasa mengomunikasikan tiga hal yakni buah pikiran, perasaan, dan sikap. Menurut Kemeny, salah satu kelemahan bahasa sebagai sarana komunikasi ilmiah adalah bahasa mempunyai kecenderungan emosional.
f.       Matematika
Matematika adalah bahasa yang melambangkan serangkaian makna dari pernyataan yang ingin kita sampaikan. Bahasa verbal mempunyai beberapa kekurangan. Untuk mengatasi kekurangan yang terdapat pada bahasa, maka kita berpaling kepada matematika. Matematika mengembangkan bahasa numerik yang memungkinkan kita melakukan pengukuran secara kuantitatif. Matematika merupakan sarana berpikir deduktif.
g.      Statistika

Statistika yang relatif sangat muda dibandingkan dengan matematika, berkembang dengn sangat cepat terutama dalam dasawarsa lima puluh tahun belakangan. Statistika merupakan cara berpikir induktif. Pengujian mengharuskan kita menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat individual. Dalam hal ini kita menarik kesimpulan berdasarkan logika induktif. Logika deduktif berpaling kepada matematika sebagai sarana penalaran penarikan kesimpulan sedangkan logika induktif berpaling kepada statistika. Statistika merupakan pengetahuan untuk melakukan penarikan kesimpulan induktif secara lebih seksama. Penarikan kesimpulan secara induktif menghadapkan kita kepada sebuah permasalahan mengenai banyaknya kasus yang hars kita amati sampai pada suatu kesimpulan yang bersifat umum. Statistika merupakan pengetahuan yang memungkinkan kita untuk menarik kesimpulan secara induktif berdaarkan peluang. Kegiatan ilmiah memerlukan penelitian untuk menuji hipotesis yang diajukan.

Tuesday, 15 April 2014

Pengaruh Warna


1.      Warna Kesukaan:
Nama
Warna Kesukaan
Alasan
Gessa
Hitam
Warna dirasa elegan, melihat warna hitam dapat merasa tenang.
Munif
Hitam
Memunculkan kesan elegan dan berwibawa.
Biru Muda
Memberian kesan kalem dan sejuk.
Nida
Biru Muda
Merasakan kedamaian dan ketenangan.
2.      Makna warna yang Kami kenal:
Warna
Arti Warna
Merah
Keberanian, hidup, gairah, semangat menggebu, berani berbeda, bersemangat tinggi.
Putih
Kesucian, kesederhanaan, bersih, modern, fungsional, steril, sopan, detil.
Hitam
Misteri, elegan, kesedihan, daya artistik tinggi, sempit
Biru
Ketenangan, samudra, langit, kesan luas, tidak sombong.
Hijau
Alam, alami, pertumbuhan, ramah lingkungan, segar, positif, menenangkan.
Hijau Muda
Masih muda, indah, baru, asri
Kuning
Kejayaan, kesombongan, kegembiraan, kesenangan, memberikan motivasi, kepercayaan diri.
Merah Muda
Kelembutan, cinta, kasih sayang, dinamis, anak-anak, friendly, feminis, identik dengan kewanitaan.
Ungu
Elegan, glamaour, mewah, lembut, menyenangkan, feminimitas, identik dengan orang yang memiliki artistik tinggi.
Orange
Segar, semangat, positif, cerah, gembira, senang, enerjik, sehat.
Coklat
Bumi, kesederhanaan, kotor
Abu-abu
Serius, ragu-ragu, suram.
Emas
Glamour, elegan, mahal, suci, kasta teratas, mulia.
3.      Pengaruh Warna terhadap manusia
a.       Pengaruh Warna pada Presentasi
Ilmuwan telah membuktikan bahwa warna memberikan efek yang nyata pada aspek psikologi manusia. Aspek psikologi warna berkaitan dengan pengalaman personal dan lingkungan sosialnnya. Warna juga mempunyai pengaruh yang universal, yaitu warna hangat atau dingin. Warna hangat misalnya merah, orange, dan kuning yang diasosiasikan dengan panas matahari dan api, sedangkan warna dingin diantaranya biru dan hijau yang diasosiasikan dengan dedaunan, laut, dan langit. Warna-warna hangat memberikan kesan lebih dekat dibandingkan dengan warna dingin. Warna hangat yang digunakan untuk latar depan dan warna dingin sebagai warna latar belakangnya akan memberikan persepsi kedalaman pada audiens.
panas.jpgRespons audiens akan berbeda dan dapat dipengaruhi sesuai dengan yang kita inginkan. Jika ingn menyampaikan kata panas dan menginginkan pesan “panas” sampai kepada audieens, tentulah pesan tersebut dapat tersampaikan dengan menggunakan  warna hangat (merah dan kuning).

b.      Temperatur Warna
Warna memiliki makna yang universal, yaitu panas, dingin, dan netral, yang disebut dengan teperatur warna. Secara psikologis, warna hangat berkaitan dengan kegembiraan, kesenangan, keceriaan, dan memberikan kesan hangat.
c.       Pengaruh Warna berdasarkan latar Belakang dan Lingkungan Sosial.
Warna akan diartikan berbeda oleh kelompok tertentu. Misalnya warna merah, akan memberikan reaksi yang berbeda pada simpatisan PDI-P, PKS, atau PKB.

Daftar Pustaka:
Isroi. 2007. Trik Desain Presentasi dengan PowerPoint. Jakarta: Elex Media Komputindo


Apakah Psikologi Komunikasi itu?

Ringkasan Bab 1 Buku Psikologi Komunikasi karya Jalaluddin Rakhmat
Apakah Psikologi Komunikasi itu?
Komunikasi amat esensial untuk perkembangan kepribadian manusia. Seorang antropolog, Ashley Montagu (1967: 450) mengatakan: “The most important agency through  which  the child learn to be human is communication, verbal also nonverbal”. Komunikasi erat kaitannya dengan perilaku dan pengalaman kesadaran manusia
Wilbur Schramm menyebutkan tiga Bapak Ilmu Komunikasi yang berlatar belakang psikologi, yaitu Kurt Lewin sebagai ahli psikologi dinamika kelompok, Paul Lazarsfeld, Carl I. Hovland.
1.1  Ruang Lingkup Psikologi Komunikasi
Hovland, Janis, dan Kelly, mendefinisikan komunikasi sebagai “the process by which an individual (the communicator) transmits stimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals (the audience)” (1953:12). Dance (1967) mengartikan komunikasi sebagai usaha “menimbulkan respons melalui lambang-lambang verbal”. Raymond S. Ross (1974:b7) mendefinisikan komunikasi sebagai suatu proses teransaksional yang meliputi pemisahan, dan pemilihan bersama lambang secara kognitif, begitu rupa sehingga membantu orang lain untuk mengeluarkan dari pengalamannya sedniri atri atau respons yang sama dengan yang dimaksud oleh sumber.
Psikologi menyebut komunikasi penyampaian energi dari alat-alat indera ke otak, pada peristiwa penerimaan dan pengolahan informasi,pada  proses saling pengaruh diantara berbagai sistem dalam diri organisme dan diantara organisme.
Komunikasi dapat ditujukan untuk memberikan informasi, menghibur, atau memengaruhi. Komunikasi persuasif  dapat diartikan sebagai proses memengaruhi dan mengendalikan perilaku orang lain melalui pndekatan psikologis.
1.2  Ciri Pendekatan Psikologi Komunikasi
Sosiologi melihat komunikasi pada interaksi sosial, filsafat pada hubungan manusia dengan realitas lainnya, psikologi pada perilaku individu komunikan. Fisher menyebut empat ciri pendekatan psikologi pada komunikasi: penerimaan stimuli secara indrawi, proses yang mengantarai stimulus dan respons, prediksi respons, dan peneguhan respons. George A. Miller mendefinisikan psikologi : “psichology is the science that attempts to describe, predict, and control mental and behavioral events”. Dengan demikian, psikologi komunikasi adalah ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan, dan mengendalikan peristiwa mental dan behavioral dalam komunikasi. Berikut definisi mutakhir psikologi komunikasi: psikologi komunikasi adalah usaha untuk memahami, menjelaskan, dan meramalkan bagaimana pikiran, perasaan, dan tindakan individu dipengaruhi oleh apa yang yang dianggapnya sebagai pikiran, perasaan, dan tindakan orang lain (yang kehadirannya boleh jadi sebenarnya, dibayangkan, atau disiratkan).
1.3  Penggunaan Psikologi Komunikasi

Manusia bukan dibentuk oleh lingkungan, tetapi oleh caranya menerjemahkan pesan-pesan lingkungan yang diterimanya. Menurut Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss, komunikasi yang efektif paling tidak menimbulkan lima hal, yaitu (1) pengertian. Artinya, penerimaan yang cermat dari isi stimulus seperti yang dimaksud oleh komunikator; (2) kesenangan. Komunikasi ini lazim disebut komunikasi fatis, dimaksudkan untuk menimbulkan kesenangan; (3) pengaruh pada sikap; (4) hubungan yang makin baik; (kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang makin baik, dan tindakan.

Monday, 25 November 2013

Organization to Develop Soft-Skill


As a student, you must have many activities at your university. Some people active in politics, art, sport, or ect. Beside study at the class, doing other activity can add your passion. Active in organization is one of the good way to develop our soft-skill.
First of all, in organization you must know new people to be your partner. If you are active in organization that you never know the people there before, you can make a new friendship. You can share many information about anything. You can add your education from different major background of your friends. Second, you can learn about character of your friend. You will learn how to respect each other to make a good relationship. In organization, every people will adapt to survive with their organization. Every people work in pair in organization, so we have to decrease our ego to get our objective. For example, to organize an event, there are a leader, co-leader, secretary, event division, logistics division, ect. Every people have jobdescription to do. Not all of them can lead others depend on what they want. There is a system that every people have to obedient. People who join in organization will common to respest each other. Next, people who join organization will tought when there’s a problem. People who usually doing many deadline in their organization, often doing their deadline with pressure. This pressure is a thing to train the people to common with many task. When people jump to the real work in their company, they have common if there’s deadline. Last, people who active in organization usually have high respest with other. They will see they friend as their family. For instance, when you aren’t see your friends, you will ask where they are, and why they are not come, ect.

Your activity beside study at the class is one important thing before you jump to the society. It’s clear that active in organization is one of the good way to develop our soft-skill.

Hakikat, Strategi, dan Sasaran Humas

BAB I
Hakikat Humas
I.                    Pengertian Humas
Definisi humas menurut Edward L. Berneys ada tiga, yaitu:
  1. Memberi informasi kepada masyarakat.
  2. Persuasi yang dimaksudkan untuk mengubah sikap dan tingkah laku masyarakat terhadap lembaga, demi kepentingan kedua belah pihak.
  3. Usaha untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan antara lembaga dengan sikap atau perbuatan masyarakat dan sebaliknya.
Dalam beberapa definisi, para ahli melihat hal yang sangat mencolok, yakni konsep menumbuhkan dan mengembangkan hubungan baik secara teratur antara organisasi dengan publiknya.
II.                Unsur Dasar Humas
  1. Humas berdasarkan pada filsafat sosial manajemen. Yaitu meletakkan kepentingan masyarakat lebih dulu pada segala sesuatu yang berkenaan dengan perilaku organisasi.
  2. Humas adalah suatu filsafat sosial yang diungkapkan dalam keputusan kebijaksanaan. Keputusan kebijaksanaan humas suatu organisasi adalah salah satu yang terpenting.
  3. Humas adalah tindakan sebagai akibat dari kebijaksanaan sehat. Tidak hanya diperlukan pernyataan kebijakan, tapi juga tindakan untuk menyokong keputusan kebijaksanaan.
  4. Humas adalah komunikasi. Komunikasi bersifat dua arah, yang diwujudkan dengan mendengarkan opini publiknya, kepekaan dalam menginterpretasikan setiap kecendrungan kegagalan dalam komunikasi, mengevaluasi, dan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan untuk mengubah sifat, pendekatan, atau penekanan setiap fase kebijaksanaannya.
III. Tujuan dan Fungsi Humas
·         Memperoleh goodwill, kepercayaan, adanya saling pengertian dan citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
·         Sebagai pengembangan opini publik.
Bonar (1987;21) merumuskan tujuan humas yaitu mencakup :
·         Public Understanding (pengertian public)
·         Public Confidence (kepercayaan public)
·         Public Support (dukungan public)
·         Public Cooperation ( kerjasama public)
Dengan adanya tujuan tersebut, maka humas pun memiliki fungsi sebagai berikut
  • To ascertain and evaluate public opinion as relates to his organization
(mengetahui secra pasti dan mengevaluasi pendapat umum yang berkaitan dengan organisasinya.)
  • To counsel executive on ways dealing with public opinion as it exist.
(menasihati para eksekutif mengenai cara-cara menangani pendapat para publik yang timbul.)
  • To use communication to influence public opinion.
(menggunakan komunikasi untuk mempengaruhi pendapat para publik.)
Secara singkat, fungsi dari humas adalah memelihara komunikasi timbal balik yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul, dan meminimalisir masalah yang akan muncul.
IV.  Peran Humas
Peranan humas dalam suatu organisasi dapat dibagi dalam empat kategori:
  1. Penasehat Ahli (Expert Prescriber)
  2. Fasilitator Komunikasi (Communication Fasilitator)
  3. Fasilitator Proses Pemecahan Masalah (Problem Solving Process Fasilitator)
  4. Teknisi Komunikasi (Communication Technician)

V.                 Ruang Lingkup Tugas Humas
Ruang lingkup tugas tersebut dapat diuraikan ke dalam tugas pokok humas sehari-hari berikut ini:
  1. Menyelenggarakan dan bertanggungjawab atas penyampaian informasi secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada publik, supaya publik mempunyai pengertian yang benar tentang organisasi atau perusahaan, tujuan, serta kegiatan yang dilakukan.
  2. Memonitor, merekam, dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum atau masyarakat. Menjalankan dan bertanggungjawab terhadap kehidupan kita bersama dengan lingkungan.
  3. Memperbaiki citra organisasi.
  4. Tanggung jawab sosial.
  5. Komunikasi. Komunikasi yang dibentuk adalah komunikasi timbal balik. Dalam fungsinya, komunikasi itu sentral. Humas perlu memiliki pengetahuan  komunikasi, manajemen dan kepemimpinan, serta struktur organisasi.
Kasus
Pada Hari Sabtu (13/4), Pesawat Lion Air terjatuh

BAB II
Publik dan Opini Publik
I.                   Publik
Adalah sekelompok orang dengan kepentingan yang sama dan memiliki suatu pendapat yang sama mengenai suatu persoalanyang menimbulkan pertentangan dan kontroversial.
Publik dibedakan menjadi dua kelompok;
  • Kelompok primer
  • Kelompok sekunder
Publik memiliki kepentingan umum yang mempersatukan anggotanya, menciptakan suatu kesamaan pandangan, dan mengarah kepada kebulatan pendapat tentang persoalan.

Tingkatan loyalitas Publik ;
  • publik yang memiliki komitmen tinggi
  • publik yang menyukai organisasi
  • publik yang puas terhadap transaksi
  • publik yang puas akibat interaksi dengan organisasi
  • publik yang berpindah-pindah
  • Salah satu tujuan humas adalah merebut opini public

II.                Opini Publik
Opini publik berasal dari dua kata berbahasa Latin, yaitu opinari (berpikir atau menduga) dan publikus (milik masyarakat luas)
Opini publik dapat diartikan sebagai suatu ungkapan keyakinan yang menjadi pegangan bersama di antara para anggota sebuah kelompok atau publik, mengenai suatu masalah kontroversial yang menyangkut kepentingan umum

Menurut Carrol Clark, kesepakatan dalam opini kelompok dicapai dengan faktor-faktor berikut :
·         Mendasarkan kepentingan bersama dan mengesampingkan kepentingan dan perasaan yang bertentangan
·         Suatu pembicaraan  dalam istilah – istilah  yang mempengaruhi  pertukaran pandangan
·         Pemasukan informasi melalui media komunikasi
·         Toleransi dari pandangan dan keinginan yang bertentangan
·         Pemanfaatan mekanisme social atau mekanisme politik yang formal

Karakteristik  berpikir dan berperilaku seseorang di dalam kelompok yang menentukan pembentukan opininya :
  • Keinginan di terima dikelompok sehingga mengorbankan opini pribadinya
  • Tidak ingin mengungkapkan opininya secara terang – terangan
  • Simpati antar anggota kelompok
  • Ikatan emosional antar anggota kelompok
  • Idealism
  • Tekanan atau konflik

Ciri-ciri opini publik menurut Dra. Djoenasih S. Sunarjo :
  • Selalu diketahui dari pernyataan-pernyataannya
  • Merupakan sintesa atau kesatuan dari banyak pendapat
  • Mempunyai pendukung dalam jumlah besar

Karakter lainnya adalah :
1.  Memperkuat undang-undang
2.  Pendukung moral masyarakat
3.  Mudah berubah 
4.  Ditentukan oleh kepentingan pribadi
5.  Dalam keadaan krisis
6.  Dalam kelompok orang pandai,informasi yang banyak dan suasana demokratis akan timbul pendapat yang tahan uji
7.  Sangat terpengaruh pada tujuan daripada cara
8.  Opini yang sengaja diciptakan tanpa disokong fakta akan berbalik pencipta opini
9.  Sensitif terhadap peristiwa peniting
10. Pernyataan awal dari suatu kejadian akan menentukan bentuk opini yang berkembang

Berdasarkan lingkupnya:
  • Opini publik keseluruhan
  • Opini publik sebagian

Berdasarkan mutu:
  • Opini publik bermutu
  • Opini publik tidak bermutu

Berdasarkan kadarnya:
  • Opini publik mendalam
  • Opini publik dangkal

Berdasarkan kompetensinya:
  • Opini publik kompeten
  • Opini publik tidak kompeten

Menurut R.P. Abelson, Untuk memahami opini publik tidaklah mudah karena berkaitan dengan :
1) kepercayaan mengenai sesuatu 
2) Apa yang sebenarnya dirasakan
3) Persepsi

III.             Sikap dalam Pembentuka Opini
Sikap merupakan suatu cara untuk melihat situasi. Sikap bisa jadi sederhana atau pun kompleks.

Sikap yang diungkapkan disebut dengan opini. Latar belakang kebudayaan, ras dan agama seringkali menentukan sikap seseorang.

Motif pembangkit sikap berasal dari hasrat akan penghargaan, bela diri, pengungkapan nilai-nilai pribadi, dan peningkatan pengetahuan.

Ada 3 jenis sikap :
  • Positif     : menyebabkan orang bereaksi menyenangkan
  • Pasif        : tidak akan memiliki opini mengenai persoalan yg  memengaruhi kelompoknya
  • Negatif   : memberi opini yg tidak menyenangkan, biasanya ada rasa tidak suka/tidak puas

IV.             Mengelola Sikap
Tujuan Humas: Memahami sikap publik dengan cara analisis, dan juga mengantisipasi opini publik mengenai permasalahan-permasalahan kontroversial
Dalam memengaruhi opini publik, humas mengandung dua jenis masalah:
  • Upaya mengurangi sikap antagonistik
  • Upaya membujuk publik dengan sikap menyenangkan
Mengubah dan menimbulkan sikap tidaklah mudah. Oleh karena itu, diperlukan kristalisasi opini publik. Pejabat humas harus secara berkala melakukan analisis dan evaluasi terhadap opini yang sedang beredar dalam segmen-segmen publiknya. Perubahan sikap dicapai dengan komunikasi, yang berfungsinya dalam menciptakan keyakinan baru
Perubahan sikap juga dapat terjadi karena peristiwa tertentu, khususnya peristiwa yang secara langsung menyangkut kepentingan anggota suatu kelompok. Peristiwa menimbulkan dampak yang lebih kuat terhadap sikap dan opini publik daripada komunikasi yang hanya ala kadarnya. Oleh karena tindakan lebih tegas daripada kata-kata, praktisi humas mengakui pentingnya peristiwa dalam mentransformasikan sikap pasif ke opini tentang persoalan kontroversial.
Kasus:
BAB III
Strategi Dan Sasaran Humas
I.                   Strategi Humas
Pada umumnya meliputi para stakeholder dan publik yang mimiliki kepentingan yang sama. Sasaran umum tersebut dipersempit dengan upaya segmentasi yang dilandasi:
a. Seberapa jauh sasaran itu menyandang opini bersama
b. Potensi polemik
c. Pengaruhnya bagi masa depan organisasi, nama perusahaan, dan produk yang menjadi perhatian sasaran khusus. Sasaran khusus disini adalah yang disebut publik sasaran.
II.                Kegiatan dan Sasaran Humas
1. Membangun identitas dan citra perusahaan.
2. Menghadapi krisis. Menangani keluhan dan menghadapi krisis yang terjangkau dengan membentuk manajemen krisis dan memperbaiki citra.
3. Mempromosikan aspek kemasyarakatan.
Mempromosikan yang menyangkut kepentingan publik.
Mendukung kegiatan kampanye sosial anti merokok serta menghindari obat-obatan terlarang dan sebagainya.
III.             Sistem Operasional Humas
Untuk mengokohkan fungsi humas agar mengenai sasaran organisasi atau nlembaga, maka diperlukan kedekatan terhadap pimpinan puncak (top management).
Humas berfungsi untuk menciptakan iklim kondusif dalam mengembangkan tanggungjawab serta partisipasi antara pejabat humas dan masyarakat (sebagai publik khalayak) untuk mewujudkan tujuan bersama.
Aspek-aspek pendekatan atau strategi humas untuk mewujudkan fungsi tersebut:
Strategi operasional
Pendekatan fungsi humas
Pendekatan tanggungjawab sosial humas
Pendekatan kerja sama
Pendekatan koordinatif dan integrative
Maka dapat ditarik kesimpulan yang mencakupi peran humas di lapangan:

Minginformasikan (to inform)
Menerangkan (to explain)
Menyarankan (to suggest)
Membujuk (to persuade)
Mengundang (to invite)
Meyakinkan (to convince)

IV.             Program Kerja
Tujuan umum dari program kerja adalah  menciptakan hubungan harmonis antara organisasi yang diwakili dengan publiknya/stakeholder.
Hasil yang diharapkan adalah terciptanya citra positif, kemauan baik, saling menghargai, saling pengertian, dan toleransi antara kedua belah pihak.
4 tahapan pokok yang menjadi landasan acuan pelaksanaan program kerja kehumasan:

Penelitian dan Mendengarkan
Perencanaan dan Pengambilan Keputusan
Komunikasi dan Pelaksanaan
Evaluasi
V.                Wujud rencana kerja humas
Rencana yang berkaitan dengan hasil/produk dari perencanaan yang telah dilaksanakan, baik jangka pendek maupun panjang.

Rencana perancangan konsep dasar dari perencanaan kerja humas yang dirancang.

Rencana untuk membuat pernyataan berdasarkan target yang ingin dicapai.
VI.             Manfaat perencanaan kerja humas
Membantu pihak manajemen organisasi untuk mampu beradaptasi terhadap lingkungan yang sering berubah-ubah.
Mengefektifkan dan mengefisienkan koordinasi atau kerja sama antardepartemen dan pihak terkait lainnya.
Mengefisienkan waktu, tenaga, dan biaya.
Menghindari risiko kegagalan dengan tidak melakukan perkiraan atau perencanaan tanpa arah yang jelas dan konkret.

Mampu melihat secara keseluruhan kemampuan operasional organisasi, pelaksanaan, komunikasi, target, dan sasaran yang hendak dicapai di masa mendatang.

Menetapkan klasifikasi rencana kerja humas, yaitu:
rencana strategis
rencana tetap
rencana tertentu


BAB IV
Komunikasi
I.                   Komunikasi Humas
Landasan bagi humas yang efektif adalah kebijaksanaan dan kegiatan yang terpercaya demi kepentingan publik. Melalui informasi kepada publik mengenai kebijaksanaan dan kegiatan organisasilah manajemen dapat berharap memperoleh pengertian dan goodwill.
Komunikasi humas merupakan suatu proses yang mencakup suatu pertukaran fakta, pandangan, gagasan di antara suatu bisnis atau organisai tanpa laba dengan publiknya untuk mencapai saling pengertian. 

Ada tiga butir penting dalam komunikasi yang efektif:
  1. Komunikasi harus melibatkan dua orang atau lebih
2.  Komunikasi merupakan pertukaran informasi yang bersifat dua arah
3.  Mengandung pemahaman
Komunikasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Komunikasi internal
Komunikasi internal menunjukan pertukaran informasi antara manajemen dengan publik internalnya, yaitu para karyawan.
  1. Komunikasi Eksternal
Komunikasi eksternal adalah pertukaran informasi antara manajemen dengan publik eksternal.
II.                Proses Komunikasi Humaas
Komunikasi melibatkan tiga unsur, yaitu: pengirim, media, dan penerima. Pengirim dan penerima pesan harus punya latar belakang pengalaman yang sama, karena akan mempengaruhi proses interpretasi pesan yang disampaikan.
Komunikasi dapat berupa verbal dan nonverbal.
Komunikasi oleh humas dibedakan berdasarkan pendekatannya, yaitu komunikasi formal dan informal.
- Komunikasi formal biasanya digunakan kepada pihak internal,
- Komunikasi informal dipakai kepada pihak eksternal.
Kelebihan dan Kekurangan Komunikasi Formal dan Internal
Komunikasi formal berisi informasi yang dapat dipertanggungjawabkan
Kelemahan komunikasi formal adalah berjalan kaku sehingga ide-ide yang disampaikan sulit dipaham
Kelebihan komunikasi informal adalah ide-ide yang disampaikan lebih mudah diterima dan dipahami karena disampaikan dalam bahasa dan suasana yang santai.

Kelemahannya adalah komunikasi informal mudah tersebar dari mulut ke mulut sehingga berpeluang menimbulkan selentingan atau desas-desus yang menimbulkan kesalahpahaman.